ASPEK, FUNGSI, DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS


ASPEK, FUNGSI, DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS.

A.    Aspek- aspek manajemen kelas
Sebagai suatu sistem, tentunya pengolaan kelas terdiri dari bagian-bagian yang harus diatur ataupun yang harus dikelola oleh guru. Mengutip pendapat Sudarwan Danim, ( 2010:98) yang menjelaskan tentang pengertian Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian,aktualisasi, dan pengawasan yang dilakukan oleh guru, baik individual, maupun dengan melalui orang lain (semisal sejawat atau siswa sendiri) untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien dengan cara memanfaatkan segala sumber daya yang ada.
Dikelas segala aspek pembelajaran bertemu dan berproses oleh karenanya guru dengan segala kemampuan yang dimiliki termasuklah keterampilan dasar mengajar yang telah disebutkan merupakan bagian dari pengelolahan kelas, siswa dengan segala latar belakang dan potensinya, kurikulum dengan segala komponennya, materi dengan segala sumber belajarnya bertemu dengan berinteraksi didalam kelas. Oleh karena itu, selayaknyalah kelolah kelas dengan baik, profesional, terus-menerus, dan berkelanjutan agar tujuannya tercapai.
Lois V. Jhonson dan Mary Bany (1970) (Dalam Sudarwan Danim, 2010) mengemukakan aspek aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen dikalas sebagai berikut:
1.      Sifat-sifat kelas
Sebagai wahana belajar, kelas memiliki beberapa aneka “varians” yang memengaruhinya seperti jumlah siswa, ventilasi, ukuran ruang kelas, kepengapan, kebisingan, teknologi yang tersedia, fasilitas pembelajaran, atau heterogenitas siswa dikelas dan yang lainnya.
2.      Pendorong kekuatan kelas.
Misalnya, kondisi siswa sebagai masukan, iklim interaksi guru dengan siswa, kewibawaan sekolah, dan sebagainya.
3.      Memahami bagian kelas.
Misalnya, pemahaman tentang lingkungan kelas, sumber daya kelas, pencahayaan, kebisingan, dan sebagainya.
4.      Mendiagnosis situasi kelas.
Misalnya, kemampuan guru mendiagnosis kemampuan siswa mempertimbangkan keputusan yang dilematis, dan lain-lain.
5.      Bertindak selektif
Yakni guru tidak gegabah dan pukul rata dalam memberi pertimbangan atau tindakan terhadap siswa.
6.      Bertindak kreatif.
Yakni guru memberikan peluang kepada siswa untuk membuat keputusan sendiri, mencari terobosan baru dalam disiplin kelas, dan lain-lain.
7.      Memperbaiki kondisi kelas.
Misalnya, melakukan penyempurnaan atas tta kelas, disiplin kelas, sistem pembelajaran, dan lain-lain.
B.     Fungsi Manajemen Kelas
Fungsi-fungsi manajemen kelas dapat dipandang dalam dua klasifikasi utama, yaitu fungsi organik dan fungsi pelengkap. Fungsi organik terkait dengan semua fungsi yang mutlak dijalankan oleh manajemen, sedangkan fungsi pelengkap terkait dengan semua fungsi meskipun tidak mutlak dijalankan oleh organisasi, namun sebaiknya dilaksanakan karena pelaksanaan fungsi pelengkap dengan baik akan menigkatkan kinerja organisasi.
Menurut Tery (1997) (dalam Euis Karwati, 2014:18) menyatakan bahwa fungsi dasar manajemen ialah
1.      Fungsi perencanaan
2.      Fungsi pengorganisasian
3.      Fungsi menggerakkan ( Kepemimpinan )
4.      Fungsi pengendalian
5.      Fungsi perencanaan kelas
6.      Fungsi pengorganisasian kelas
7.      Fungsi kepemimpinan kelas
8.      Fungsi pengendalian kelas
C.     Faktor Manajemen kelas
1.      Kondisi fisik.
Lingkungan fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang mengantungkan dan memenuhi syarat ,imi,al mendukung meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud yaitu;
a.       Ruangan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
b.      Pengaturan tempat duduk
c.       Ventilasi dan pengaturan cahaya
d.      Pengaturan penyimpanan barang-barang
2.      Kondisi Sosio-Emosional
Kondisi sosio emosional dalam kelas akakn mempunyai pengaruh yang cukup besar tehadap proses belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran. Kondisi sosio-emosional tersebut;
a.       Tipe kepemimpinan
b.      Sikap guru
c.       Suara guru
d.      Pembinaan hubungan baik
3.      Kondisi Organisasional


Daftra Pustaka
Danim, Sudarwan.2010. Administasin Sekolah dan Manajemen Kelas. Bandung: Pustaka Setia.
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. Pengelolaan Kelas. Jakarta: Depdakri dan Debdikbud, 1996.
Euis. Karwati. Manajemen Kelas. Bandung: ALFABETA, 2014
Suharsimi Arikunto, (1993) Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, Jakarta : PT. Aneka Cipta


Komentar

Posting Komentar