MANAJEMEN PEMBELAJARAN


TUGAS MATERI 2
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
MANAJEMEN PEMBELAJARAN


DIBUAT OLEH:
R. ADELIA GUSWITA
1620193

DOSEN PENGAMPU :  YESSY RIFMASARI, MPd.


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) ADZKIA
PADANG

2019


MANAJEMEN PEMBELAJARAN
A.    Konsep Manajemen Pembelajaran
Manajemen sering diartikan sebagai ilmu, kiat dan profesional. Manajemen diartikan sebagai ilmu karena merupakan suatu bidang pengetahuan yang secara sistematis berusaha memahami mengapa dan bagaimana orang bekerja sama. Manajemen diartikan sebagai kiat karena manajemen mencapai sasaran melalui cara-cara dengan mengatur orang lain menjalankan dalam tugas. Adapun manajemen diartikan sebagai profesi karena manajemen dilandasi oleh keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer, dan para profesional dituntut oleh suatu kode etik.
Untuk mengetahui istilah manajemen, pendekatan yang digunakan adalah berdasarkan pengalaman manajer. Manajemen sebagai suatu sistem yang setiap komponennya menampilkan sesuatu unstuk memenuhi kebutuhan. Dengan demikian maka manajemen merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Pencapaian tujuan-tujuan organisasi dilaksanakan dengan pengelolaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (learding), dan pengawasan (controlling).
Ada pula pihak lain yang berpendapat bahwa, manajemen adalah tindakan memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang diinginkan melalui usaha-usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat-bakat manusia dan sumber daya secara singkat orang pernah menyatakan tindakan manajemen adalah sebagai tindakan merencanakan dan mengimplementasi kannya.
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lain secara efektif dan efesien untuk mencapai satu tujuan. Manajemen merupakan sebuah proses kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto mengungkapkan bahwa manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien1 . Manajemen juga diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien2 .
Jadi, manajemen merupakan serangkaian proses yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan diharapkan.
Menurut Gagne sebagaimana yang dikemukakan oleh Margaret E. Bell Gredler bahwa istilah pembelajaran dapat diartikan sebagai “ seperangkat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya proses belajar yang sifatnya internal “. Pengertian ini mengisyaratkan bahwa pembelajaran merupakan proses yang sengaja direncanakan dan dirancang sedemikian rupa dalam rangka memberikan bantuan bagi terjadinya proses belajar. Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang di usahakan dalam rangka agar orang dapat melakukan aktivitas belajar dengan harapan mewujudkan tujuan pembelajaran.
Manajemen pembelajaran merupakan suatu usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah. Karena dengan manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang optimal.
Dalam dunia pendidikan manajemen pembelajaran menduduki peranan yang sangat penting. Karena, pada dasarnya manajemen pembelajaran ialah pengaturan semua kegiatan pembelajaran yang dikategorikan dalam kurikulum inti mapun penunjang. Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Pengaturan dilakukan melakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu.

B.     Tujuan Manajemen pembelajaran
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tujuan manajemen pembelajaran terutama di sekolah dasar adalah untuk membantu guru dan peserta didik memperoleh cara agar mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
                                                                                                 
C.    Kebijakan tentang manajemen pembelajaran
1.      Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat indonesia menuju terciptanya manusia indonesia berkualitas tinggi dengan peningatan anggaran.
2.      Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan.
3.      Melakukan pembaruan sistem pendidikan termasuk pembaharuan pendidikan maupun kurikulum, berupa di servasi kurikulum untuk melayani peserta didik.

D.    Peran guru dalam manajemen kelas.
peran guru sangat penting dalam pendidikan, oleh karena itu seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu pengetahuan serta nilai nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik mewujudkan cita citanya, baik untuk dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsanya. Dalam manajemen kelas seorang guru diharpkan bisa mengatasi masalah masalah yang membuat tidak kondusif nya kondisi kelas. Untuk itu, seorang guru harus memperhatikan komponen pengelolaan kelas dalam mewujudkan kelas yang kondusif.
Menurut Padmono (2011:23), adapun peran guru dalam manajemen kelas agar tercipta pembeljaran efektif sebagai berikut:
1.      Peran guru dalam pengorganisasian kelas.
Organisasi kelas yang tepat akan mendorong terciptanya kondisi belajar yang kondusif
2.      Peran guru dalam pengaturan tempat duduk.
Penataan kelas sebagaimana diuraikan pada pengorganisasian kelas di tata fleksibel yang mudah diubah sesuai pembelajaran yang akan dikembangkan guru.
3.      Peran guru dalam pengaturan alat alat pembelajaran.
Alat pelajaran tidak permanen atau yang bergerak (movable) yaitu alat pembelajaran yang dapat dipindah, misalnya kursi, mesin mesin, peta dan sebagainya.
4.      Peran guru dalam pemeliharaan keindahan ruangan kelas
Kelas yang diharapkan mengundang anak untuk betah berada didalamnya hendaknya dijaga kebersihan dan keindahannya. Guru memiliki peran untuk mengorganisir siswa nya agar dapat mendesain kelas menjadi indah.

E.     Kode etik guru
1.      Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-Pancasila.
2.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.
3.      Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindari diri dari segala bentuk penyalahgunaan.
4.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan.
6.      Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
7.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam hubungan keseluruhan.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina dan meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
9.      Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.























DAFTAR PUSTAKA
Ambarita, Alben. 2006. Manajemen Pembelajaran. Jakarta.
Muhammad Ahyan, Yusuf Sya’bani . Profesi Keguruan: Menjadi Guru yang Religius dan Bermatabat. Ceremedia Communication.
Padmono, Y. 2011. Manajemen Kelas. Salatiga: Widyasari
Suharsimi Arikunto, Pengeloaan Kelas dan Siswa Sebuah Pendekatan Evaluatif, PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta, 1996


Komentar

  1. Saya mau bertanya sama saudari R. Adelia guswita.
    Jika di saat proses pembelajaran, guru tidak bisa mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Bagaimana solusi saudari supaya suasana tersebut berjalan dengan aktif.

    BalasHapus

Posting Komentar