PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS



TUGAS KELOMPOK 4
MANAJEMEN KELAS DI SD


DI
S
U
S
U
N

OLEH:

R. ADELIA GUSWITA
1620193
7.5 PGSD

DOSEN PENGAMPU
YESSI RIFMASARI, MPd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG

2019


PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS
A.     PENGERTIAN PRINSIP DALAM MANAJEMEN KELAS
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan kata lain kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Yang termasuk ke dalam hal ini misalnya penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran bagi ketepatan waktu penyelesaian tugas oleh siswa, atau penetapan norma kelompok yang produktif.
Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur siswa dan saran pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru dan siswa dan siswa dengan siswa merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. (Usman, 2010 : 97)
Teori-teori tentang mengajar dan belajar sebagaimana terpapar dimuka semua menuju pada pola dan model belajar yang berpusat pada siswa atau pembelajar, dan tingkat keberhasilannya sangat ditentukan juga oleh seberapa besar merka merasa perlu belajar, dan seberapa besar mereka siap untuk belajar. Guru, lingkungan dan sumber belajar lain hanyalah fasilitas yang dapat mereka dapat berdayakan untuk seoptimal mungkin memperoleh pengalaman dalam rangka meningkatkan berbagai kompetensi yang diinginkan melalui belajar tersebut. ( Rosyada, 2004 : 111)
Sedangkan yang dimaksud dengan prinsip dalam manajemen kelas adalah unsur pokok dalam mengelola suatu kelas. Sementar itu prinsip dasar dalam pengelolaan kelas adalah pegangan atau acuan yang dimiliki sebagai pokok dasar berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.

Djamarah (2006:185) menyebutkan dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip peneglolaan kelas yang dikemukakanoleh djamarah adalah sebagai berikut :
1.       Kehangatan dan keantusiasan
Hangat dan antusias merupakan salah satu prinsip yang diperlukan dalam proses belajar dan mengajar. Kehangatan dan keantusiasan guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi kegiatan belajar-mengajar yang optimal.
2.        Tantangan
Penggunaan kata-kata, tindakan, atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3.       Bervariasi
Penggunaan alat atau media, gaya, dan interaksi belajar-mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengelolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4.       Keluwesan
Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar-mengajar yang efektif. Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
5.        Penekanan pada hal-hal yang positif
Pada dasarnya, didalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang negatif. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif dari pada mengomeli tingkah laku siswa yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat menganggu jalannya proses belajar mengajar.
6.       Penanaman disiplin diri
Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas. Untuk itu guru harus selalu mendorong siswa untuk melaksanakan disiplin diri sendiri, dan guru sendiri hendaknya menjadi contoh atau teladan tentang pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal. (Usman, 2010 : 97-98)
B.     PERMASALAHAN DALAM PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Masalah pengelolaan kelas bukanlah merupakan tugas yang ringan berbagai faktorlah yang menyebabkan kerumitan itu. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen kelas adalah di bagi menjadi dua golongan yaitu :
a.          Faktor intern siswa
Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan individual ini dilihat dari segi aspek, yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.
b.         Faktor ekstern siswa
Sedangkan faktor ekstern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokkan siswa, jumlah siswa di kelas, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa dikelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.


C.     KEBIJAKAN TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
sekolah dasar dapat dikategorikan sebagai institusi atau lembaga pendidikan.  Sebagai institusi atau lembaga pendidikan, sekolah dasar menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan bagi anak didik dan melibatkan banyak komponen, sehingga aktivitas maupun komponen pendidikan di sekolah dasar menuntut adanya manajemen yang baik dalam rangka mencapai tujuan institusional sekolah dasar.
Tampaknya, tidak ada kesuksesan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar tanpa adanya manajemen yang baik di dalamnya.
Beberapa hal kebijakan yang harus dilakukan, yaitu:
1.                          Analisis kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah
2.                          Penyusunan program hubungan sekolah dengan masyarakat
3.                          Pembagian tugas melaksanakan program hubungan sekolah dengan masya-rakat
4.                          Menciptakan hubungan sekolah dengan orang tua siswa
5.                          Mendorong orang tua menyediakan lingkungan belajar yang efektif
6.                          Mengadakan komunikasi dengan tokoh masyarakat
7.                          Mengadakan kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta
8.                          Mengadakan kerjasama dengan organisasi sosial keagamaan
9.                          Pemantauan hubungan sekolah dengan masyarakat
10.                      Penilaian kinerja hubungan sekolah dengan masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA

Djamarah., dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Rosyada, Dede. 2004. Paradigma Pendidikan Demokratis. Jakarta : Prenada Media
Usman, Uzer. 2010. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.


















Komentar

Posting Komentar